...
...
Hudagimbal Turenia 1
aku tanya pada Nade Sane, apakah kamu punya pengertian tentang hidup ? atau apakah hidup itu ??? iapun menjawab, hidup itu sedang mengembalikan modal biaya untuk satu hidup, biaya mulai dari sejak kandungan hingga kematian. itu yang paling utama. jika biaya lebih dari satu hidup maka lebih berat lagi itu pengertian hidup.
Hudagimbal Turenia 2
bagaimana Nade Sane dapat menterjemahkan itu ke dalam realitas praktik ?!... Nade Sane : oh... jika saja kamu telah memilih opsi militer, kamu akan berusaha mendapatkan kesempatan untuk membawa badan hidupmu kepada peperangan. kesatuan ataupun sparatis. yang kamu pikirkan hanya badan hidup dalam kepastian mati berharga, dan kamu sudah mempunyai perhitungan bahwa kematian dalam kekuatan harga lebih dari satu hidup.
Hudagimbal Turenia 3
terbersit maaf jika ada berkenan, Nade Sane sedang papar perbandingan antara angkatan perang dan angkatan keamanan, militansi dan pasukan perdamaian, disiplin dan kecenderungan polisi, politik, sekuriti. antara hidup atau mati dan pembicaraan, pembangunan sekuritas sekuritas. Nade Sane: o terlalu melebar apa kamu utarakan itu. menjadi aku dalam riskan. apresiasimu dapat dimengerti, begitu saja.
Hudagimbal Turenia 4
bagaimana mendapatkan pengertian hidup di moment medan perang yang sering berpindah oleh konvensi angkatan keamanan yang selalu memancing gencatan senjata? satu diantara seribu akan lebih baik dalam mendapatkan pengertian hidup jika ditambah karena konvensi pasukan perdamaian sedang rencana-rencana. tidakkah pengertian hidup akan bertumpuk sebagai wacana ?! Nade Sane: aku menyadari bahwa sedang berbicara denganmu.
Hudagimbal Turenia 5
pasti akulah sedang bertugas ?! Nade Sane : setiap pengertian hidup akan tumbuh pada masing-masing....bagiku dan yang lain, mengembalikan modal biaya hidup... paling utama, seterusnya memperkaya untuk diri sendiri dan kebangsaan.
Hudagimbal Turenia 6
tampak kesan Nade Sane menghadapi tekanan konsepsi konvensi komando strategi pasukan keamanan mungkin pasukan perdamaian, Nade Sane : hampir semua militansi cemas, ada pihak ketiga itu. maunya sebagai pihak penengah, sudah jelas bagiku pihak itu dari golongan sosialis, saudagar pencari laba. dan menghindar dari perjanjian perang dengan menguasai senjata, untuk apa mereka, kami sedang peperangan laki-laki ?
Hudagimbal Turenia 7
awalnya tahanan perang yang dilepaskan ?! Nade Sane : akan aku mengejar lebih tahu, mereka bertradisi makan pekerjaan, beragama ringan,mendebat komando, cerdik berencana, tidak menyadari telah menguntungkan musuh, amat konyol berdalih untuk mempertahankan hidup.
Hudagimbal Turenia 8
tidak dapat mengikuti pengertian hidup atau sedang membuat pengertian hidup ?! Nade Sane: bisa yang kedua, setelah tidak menemukan pengertiannya. sangat besar mengikuti pengertian umum, justru yang ditinggalkan lebih penting. ketakutan mati...?! Nade Sane: tidak, kesalahan yang dibangun terlalu membisik di pikirannya.
Hudagimbal Turenia 9
populasi yang anjing dan ular lebih banyak dari jumlah personil, sedangkan personil harus menjadi tulang punggung atas biaya. aku terpengaruh. Nade Sane: maaf, telah membuat kamu berada disekitar persoalan militansi. sebenarnya sudah tidak ada yang dapat diharapkan dari militansi dalam krisis, mati berperang-pun sudah jauh dari pengertian hidup. satu saja dapat dimengerti, militansi sedang menunggu komando besar.
Hudagimbal Turenia 10
apakah komando khusus atas orang "k" ?! Nade Sane: dari mana kamu mengetahui? aku memperhatikan "moment" hanya saja aku mengerti itu sebagai komando khusus, kecepatan perjalanan "mata panah" kepada pusat. jika percepatan tidak diambil sebagai langkah, sungguh pasti situasi kian merajalela. Nade Sane : militansi telah benar benar bersiaga untuk menunggu.
Hudagimbal Turenia 11
perlawanan antara (di referensi dasar) harus bersikap memegang kuat hak hukum dan harus segera memutuskan penghentian opersional, seperti sudah meletus di Libya. pembangunan "komando besar" dari militansi arus bawah ini terasa efektif meskipun dalam bentuk ajuan segera turun "komando besar". Nade Sane : reaksi pada zona pinggir dari militansi tersebut, semoga menjadi percepatan seperti yang kamu inginkan.
Hudagimbal Turenia 12
aku belum dapat mengerti tentang imbas yang tidak dijadikan materi pemikiran, sedangkan imbas itu telah menyebabkan penderitaan hak para peserta kompetisi.
Hudagimbal Turenia 13
saya bertanya atas dasar saya mengetahui duduk persoalan. saya yakin militansi telah sampai pada posisi "tinggal berharap". saya harus mengetahui melebihi dari yang telah saya tahu. sampai sekarang hanya jawaban: militansi sedang bersiaga menunggu "komando besar". Adakah percepatan..? Bagaimana seharusnya percepatan untuk menyelesaikan posisi krisis ? sudah 6 tahun hak-hak peserta kompetisi dalam penderitaan.
Hudagimbal Turenia 14
saya sudah tahu, menjadi tidak berguna seorang militansi ketika kematian mendadak, sakit,indisipliner, kecelakaan, pensiun dan panjang umur. bahkan bagi seorang atau prajurit cadangan akan lebih dapat dihargai ketika harus dalam kematian terbunuh atau bunuh diri. jika harus kematian dalam bertapa, sebuah kelonggaran bagi personil tak pernah bersit bersenjata. Nade Sane: kamu sedang mengingatkan.
Hudagimbal Turenia 15
ada kekawatiran..bukan... bukan kekawatiranku. di saat waktu menunggu ada berubah kepada perempuan, akan banyak perempuan tanpa mempunyai kodrat mengandung dan menyusui. apalagi dalam perbandingan membentuk kesenjangan perempuan demikian itu dengan komposisi 1 : 1000 orang. Nade Sane : " Kapan kamu untuk memenuhi kemiliteran ?!". aku : setelah pengajuan opsi managemen konvlik terkabulkan.
Hudagimbal Turenia 16
Nade Sane: kamu harus mempersiapkan diri untuk akan memenuhi persyaratan. aku : permasalahannya, bagiku mata panah yang tidak dikonsentrasikan kepada pusat merupakan bersiaga tunggu belum kesungguhan. dari afrika sini, dapatkah menarik pulang seluruh "personel rehab" ? mereka ada di benua asia, australia dan amerika. dapatkah aku mengerti ucapanmu?
Hudagimbal Turenia 17
Nade Sane : sungguh ada sudah tidak berdaya atas kejadian yang telah kami bangun dalam waktu yang sangat lama, dari/oleh kejayaan telah membuat semua kejayaan sirna . tidak kepadamu penyebab. sabarlah seperti aku bersabar. aku : setiap hari menghitung "personil rehab" kutemukan dalam jumlah puluhan milyard personil, itu mengganggu sekujur tubuh.
Hudagimbal Turenia 18
Nade Sane: Saya hanya satu, kami..militansi yang tak terhitung banyaknya dan kamu mendapatkan keuntungan dari itu, dapat Anda pikir begitu? aku: Aku punya banyak bahan di pengadilan dari kalian lagi. setelah kalian semua memiliki kekuatan, saya pasti mempertarungkannya. bukan aku dan bukan kalian sebagai otoritas untuk memutuskan. Bisakah dikatakan menguntungkan aku ? pun pada persidangan yang telah berlangsung ?!
Hudagimbal Turenia 19
Nade Sane: menunggu di setiap waktu sudah menjadi rutin, ada banyak keterlambatan di pengungkapan. aku berharap kamu mengerti. aku: aku segera menemui orang "k". akan aku katakan bahwa komando disiplin militer harus diterapkan atas personil. "bersiaga menunggu" tidak lagi sikap disiplin strategi. dalam emulsi, setiap peserta kompetisi tegas diri pada situasi hidup atau mati. militansi suka demokrasi dan berdiskusi.
Hudagimbal Turenia 20
Nade Sane: mengapa harus melangkah kesana ? aku: seharusnya sudah dapat dimengerti, jika antara opsi kompetisi dan opsi managemen konflik telah memiliki perbedaan hukum dan modal vertikal. kompetisi lebih longgar atas hukum perkara, kalian semua telah sengaja menyangkalnya dan sikap kalian sedang meniru perempuan. kalian telah berhasil dimanfaatkan oleh orang "k", aku memutuskan untuk menghadapi orang "k".
Hudagimbal Turenia 21
Nade Sane: tidak kah itu bermaksud kamu sedang berhadapan dengan ku? aku: kalian akan menangkapku ?! Nade Sane: tidak. hanya saya tidak diperbolehkan ada penangkapan. aku: kalian sudah sangat lupa persyaratan peperangan. aku bukan dari kepentingan kalian. silahkan menunggu. sikap kalian harus menerima pembalasan dariku. bersiaplah untuk sportif. aku harus melanjutkan setelah kalian.
...
No comments:
Post a Comment